Pengenalan Awal Pranata dan Etika Arsitektur


   Pranata dalam pengertian umum adalah interaksi antar individu/kelompok dalam kerangka peningkatan kesejahteraan atau kualitas hidup, dalam arti khusus bahwa terjadi interaksi antar actor pelaku pembangunan untuk menghasilkan fisik ruang yang berkualitas. Pranata di bidang arsitektur dapat dikaji melalui pendekatan system, karena fenomena yang ada melibatkan banyak pihak dengan fungsi berbeda dan menciptakan anomaly yang berbeda sesuai dengan kasus masing-masing.
      Dalam penciptaan ruang (bangunan) dalam dunia profesi arsitek ada beberapa aktor/pelaku yang terlibat dan berinteraksi, adalah pemilik (owner), konsultan (arsitek), kontraktor (pelaksana), dan unsur pendukung lainnya. Keterkaitan antar aktor/pelaku dalam proses kegiatan pelaksanaan pembangunan mengalami pasang surut persoalan, baik yang disebabkan oleh internal didalamnya atau eksternal dari luar dari ketiga fungsi tersebut. Gejala pasang surut dan aspek penyebabnya tersebut mengakibatkan rentannya hubungan sehingga mudah terjadi perselisihan, yang akibatnya merugikan dan/atau menurunkan kualitas hasil.
      Menurut para ahli, etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik.
     Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang pelru kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapatdibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.
     Sebagai contoh, di bidang arsitektur sendiri misalnya, peranan etika dinilai sebagai suatu hal yang sangat penting karenanya tanpa etika semuanya bisa menjadi suatu hal yang berantakan. Dalam suatu pekerjaan misalkan seseorang berfprofesi arsitek yang tidak beretika bisa saja melakukan kecurangan, seperti plagiasi dalam pekerjaannya, atau melakukan suatu pelanggaran yang tidak sesuai dengan kode etik arsitektur. Dalam hal ini,etika dapat dikatakan sebagai pegangan yang kuat yang harus dimiliki oleh manusia. Di bidang arsitektur etika dapat berupa aturan aturan yang baik tertulis ataupun tidak akan‘mengekang’ arsitek itu sendiri untuk berperilaku seperti yang dibenarkan. Bahkan diharapkan dengan mengetahui etika ini para arsitek akan ‘takut’ untuk melakukan kecurangan kecurangan yang sudah jelas tidak dibenarkan.

Dari beberapa penjelasan diatas bahwa pranata dan etika arsitektur secara umum dapat dipahami merupakan suatu sistem dari tingkah laku baik dari arsitek dalam berinteraksi dengan pelaku atau pihak pembangunan untuk menghasilkan fisik ruang yang berkualitas. Pihak-pihak terlibat adalah pemilik, perancang, pengawas, dan pelaksana. Keterkaitan antar pihak-pihak yang terkait merupakan hubungan kontraktual yang diatur dalam suatu bentuk perjanjian.



Komentar

Postingan Populer